Kamis, 01 September 2011

Sony Luncurkan Penantang iPad

http://obrolanbisnis.com/wp-content/uploads/2011/04/sony-tablet-pc.jpg
ZonaSemu, Sony kemarin meluncurkan komputer tablet lipat pertama di dunia. Tablet itu diharapkan dapat menyaingi iPad dari Apple.

Tablet P Sony seharga £ 479 (Rp 6,6 juta) itu memiliki dua layar sentuh 5.5 inci dan dapat dilipat dua, sehingga lebih portabel daripada iPad dan perangkat sejenis lainnya.

Sony mengatakan alat itu mudah masuk ke dalam tas atau saku jaket. Dia juga lebih murah £ 20 (Rp 277 ribu) daripada iPad 2 dengan akses internet wi-fi dan 3G yang sama.

Kedua sisi tablet dapat dikombinasikan dan digunakan sebagai satu layar besar. Dia juga dapat beroperasi secara independen, dengan satu menjalankan game dan satu membuka email, misalnya.

Seperti komputer tablet lainnya, ia dapat mengunduh musik dan video dan memiliki kamera di bagian depan dan belakang, serta memungkinkan untuk panggilan video.

Komputer tablet diperkirakan menjadi buruan Natal terpanas tahun ini, bersama ponsel cerdas seperti iPhone 5 yang akan diluncurkan bulan ini. Rincian perangkat itu diungkapkan di pameran elektronik konsumen IFA di Berlin. Sejumlah produsen juga mengungkapkan tablet baru atau upgrade mereka.

Sony juga meluncurkan tablet lebih konvensional, Sony S.

Ia memiliki layar sentuh 9.4 inci, dilengkapi teknologi inframerah, yang berarti dapat digunakan sebagai remote control untuk TV atau pemutar disk Blu-ray. Dengan menyentuh sebuah tombol, video dan foto dapat ditransfer dari tablet ke TV yang kompatibel, seperti Bravia Sony

Versi dengan akses wi-fi dijual £ 399 (Rp 5,5 juta), sama dengan iPad 2 16GB yang serupa. iPad 2 dengan wi-fi dan akses 3G dijual £ 499. Versi wi-fi akan tersedia di Inggris pada pertengahan September, sedangkan Tablet P akan hadir di toko-toko pada bulan November.

Situs The Mobile Gazette memuji desain inovatif produk itu dan menyebutnya: "Dua tablet Sony akhirnya bisa memberikan tantangan serius untuk iPad 2."

Namun, Jeff Loff, seorang analis elektronik di Macquarie Securities tidak terkesan dengan produk itu. "Kami pikir desain ini akan gagal."

DAILY MAIL 
Jangan Lupa Di Like Ya Gan...


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar